Page 115 - KAJIAN WARISAN GEOLOGI KABUPATEN LEBAK - 2019
P. 115
Gambar 4.44 Pengrajin Fosil Kayu
4.3.8 Kampung Adat Suku Baduy
Site ini terletak di Kabupaten Lebak, lebih tepatnya di Desa Kanekes,
Kecamatan Leuwidamar. Lokasinya terletak ±45 km dari Rangkasbitung (pusat
kota Kabupaten Lebak). Untuk sampai ke lokasi, pengunjung dapat menggunakan
mobil dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menghililingi kawasan.
Site merupakan Kampung Adat Suku Baduy. Masyarakat Baduy diketahui
menempati kawasan di kaki pegunungan Kendeng sekitar 900 m di atas
permukaan laut (Hakiki, 2011). Catatan pertama yang sampai saat ini masih
terdokumentasikan yaitu catatan pada tahun 1988 yang menyatakan bahwa
jumlah penduduk baduy saat itu adalah sekitar 291 orang yang menempati 10
buah kampung. Jumlah tersebut kemudian bertambah cukup signifikan pada
tahun berikutnya menjadi 1.407 orang yang mendiami 26 kampung (Jacobs &
Maijer, 1891). Saat ini, diketahui penduduk Baduy berjumlah 7000 orang, meliputi
800 orang penduduk Baduy Dalam, dan 6200 orang penduduk Baduy Luar yang
menempati 28 kampung dan 8 anak kampung.
Asal usul sebutan Baduy diinisiasi oleh orang-orang yang berada di luar
Baduy yang sudah memeluk agama Islam. Penyebutan ini ditengarai sebagai
sebutan ejekan terhadap Orang Baduy, yang memiliki kehidupan primitif,
nomaden, ketergantungan pada alam. Hal ini membuat mereka di samakan
dengan kehidupan masyarakat Badui, Badawi atau Bedouin yang ada di daerah
Arab (Van Hoevell, 1845). Dengan alasan inilah kemudian istilah Baduy pun di
97