Page 133 - KAJIAN WARISAN GEOLOGI KABUPATEN LEBAK - 2019
P. 133
Warisan Geologi
Warisan Geologi merupakan keragaman geologi yang memiliki kepentingan
ilmiah khusus, kelangkaan, keunikan dan keindahan yang terbentuk secara alami
dan tidak dapat diperbaharui, sehingga perlu dilindungi.
Warisan geologi di kawasan Kabupaten Lebak terbagi menjadi beberapa
kelompok berdasarkan karakteristiknya. Objek warisan geologi di kawasan ini
memiliki keunikan tersendiri dilihat dari aspek geologi. Dari objek warisan geologi
yang ada di kawasan ini seluruhnya berkaitan dengan proses pembentukan Bayah
Dome.
Berdasarkan hasil penilaian geosite dan keragaman geologi metode Pusat
Survei Geologi (2017), geosite yang ada di Geopark Bayah Dome memiliki tema
keragaman geologi yang menarik. Keragaman tersebut berkaitan dengan
pembentukan Bayah Dome yaitu terangkatnya endapan delta purba, zona
mineralisasi Bayah, Zona depresi Citorek dan batuan Granodiorit Cihara. Site
yang mewakili endapan delta purba dapat dilihat pada site Karang Taraje, Cibobos,
Bukit Sodong dan lain sebagainya. Site yang mewakili zona mineralisasi bayah
yaitu Bekas Tambang Cikotok dan Cirotan sedangkan zona depresi Citorek dapat
diamati di Gunung Luhur. Selain itu ada pula batuan Granodiorit Cihara yang
dapat diamati di daerah Cihara dan Cigaber.
Kubah Bayah pertama disebut oleh Van Bemmelen dalam bukunya The Geology
of Indonesia and Adjacent Archipelagoes tahun 1949. Van Bemmelen membagi
Bayah Dome menjadi 3 zona yaitu:
1. Southern Belt, yang tersusun atas batuan yang terlipat kuat dan northward
thrusted berumur Paleogen, yang tertutup secara tidak selaras oleh formasi-
formasi yang lebih mudah,
2. Central, yang tersusun atas batuan Old-andesite (Andesit tua) berumur
paleogen, yang berinterkalasi dengan endapan laut paleogen,
3. Northern Belt, yang memebentuk transisi dengan Zona Bogor. Pada bagian
ini, Cimapang-Saraweh-Badui beds tersingkap, dan tertutupi secata tidak
selaras oleh deposit darat vulkanik dasitik berumur pliosen.
Proses pengkubahan Bayah Dome disebabkan oleh intrusi granodiorite Cihara
pada kala Oligosen-Miosen (Sujatmiko & Santosa, S. 1992). Granodiorit cihara
merupakan batholit yang tersingkap di sekitar Cihara yaitu di sungai Cipeusing
dan Cigaber (Hartono. U dkk, 2008). Berdasarkan hasil analisis geokimia, batuan
Granodiorit Cihara berjenis subducted related magmatism (Hartono. U dkk, 2008).
Hal ini menunjukan proses pembentukannya berkaitan dengan proses subduksi.
Pada southern belt terdiri dari batuan yang terlipat kuat dan terangkat. Batuan
tersebut merupakan endapan delta purba yang berumur 45 juta tahun yang lalu
(eosen). Bukti endapan delta purba dapat dilihat di site Karang Taraje yang
merupakan endapan delta front dan fluvial (Kusumahbrata, Y., 1994). Selain itu
115