Page 77 - Laporan Akhir- Kajian Keterkaitan Geo Bio Budaya
P. 77

Hasil  wawancara  sebagian  besar  jenis-jenis  burung  dengan  kasepuhan  karang,
                    hutan  tutupan  kasepuhan  karang  memiliki  jenis  burung  yang  terdaftar  kedalam
                    konservasi penting dan endemik.
                    Tercatat 5 jenis burung yang dilindungi oleh P.106 tentang Tumbuhan dan satwa
                    yang dilindungi, antara lain: elang jawa (Nisaetus bartelsi), elang berontok (Spizaetus
                    cirrhatus),  Elang  hitam (Ictinaetus malayensis),  Elang Ular-Bido (Spilornis cheela),
                    dan Alap-alap sapi (Falco moluccensis). Dari ke-5 jenis burung yang dilindungi oleh
                    P.106, empat (4) jenis diantaranya terdaftar kedalam CITES Appendix II antara lain:
                    elang berontok (Spizaetus cirrhatus), Elang hitam (Ictinaetus malayensis), Elang Ular-
                    Bido (Spilornis cheela), dan Alap-alap sapi (Falco moluccensis). Kemudian dari ke-5
                    jenis burung tersebut 1 jenis diantaranya terdaftar kedalam CITES Appendix I.
                    Tercatat 2 jenis burung endemik pulau jawa yaitu elang jawa (Nisaetus bartelsi), dan
                    payuh  gonggong  jawa  (Arborophila  javanica).  Elang  jawa  (Nisaetus  bartelsi)  selain
                    endemik masuk kedalam IUCN Kategori genting/ Endangered (EN).

                    B. Mamalia
                    Hasil wawancara mamalia di hutan tutupan kasepuhan Bongkok tercatat sebanyak
                    17  jenis  dari  13  famili.  Tercatat  Jenis  mamalia  kedalam  Status  konservasi  yang
                    didasari  dari  beberapa  peraturan  perlindungan.  Peraturan  umum  yang  biasa
                    digunakan  antara  lain  Peraturan  Pemerintah  No.  106/Menlhk/  Setjen
                    /Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan
                    Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/ Menlhk/ Setjen/ Kum.1/6 /2018 Tentang Jenis
                    Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, IUCN (International Union for Conservation
                    of Nature), dan CITES (Convention On International Trade In Endangered Species).
                    Selain  itu,  endimisitas  suatu  jenis  mempengaruhi  pula  terhadap  status
                    konservasinya.
                    Berdasarkan  hasil  wawancara  tercatat  9  jenis  mamalia  terdaftar  kedalam  ststus
                    konservasi  Peraturan  Pemerintah  No.  106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018
                    Tentang  Perubahan  Kedua  Atas  Peraturan  Menteri  Lingkungan  Hidup  dan
                    Kehutanan  Nomor  P.20/  Menlhk/  Setjen/  Kum.1/6  /2018  Tentang  Jenis
                    Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Jenis mamalia tersebut ntara lain: kijang
                    muncak  (Muntiacus  muntjak),  macan  tutul  jawa  (Panthera  pardus  melas),  surili
                    (Presbytis  comata),  kucing  hutan  (Prionailurus  bengalensis),  landak  (Hystrix
                    javanica),  terenggiling  (Manis  javanica),  Owa  jawa  (Hylobates  moloch),  lutung
                    (Trachypithecus auratus), dan kukang (Nycticebus javanicus).

                    Hasil wawancara tercatat jenis mamalia terdaftar ke dalam Konservasi CITES antara
                    lain: 1). Tercatat 5 jenis mamalia terdaftar ke dalam CITES Appendix I : macan tutul
                    jawa (Panthera pardus melas), terenggiling (Manis javanica), careh bulan (Paguma
                    larvata),  Owa  jawa  (Hylobates  moloch),  dan  kukang  (Nycticebus  javanicus).  2).
                    Tercatat 5 jenis mamalia  terdaftar ke dalam CITES Appendix II : surili (Presbytis
                    comata), lutung (Trachypithecus auratus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis),
                    monyet ekor-panjang (Macaca fascicularis), dan tupai kekes (Tupaia javanica).  3).
                    Tercatat  5  jenis  mamalia  terdaftar  ke  dalam  CITES  Appendix  III  :  Garangan
                    (Herpestes  javanicus),  sero  (Amblonyx  cinerea),  musang  luwak  (Paradoxurus



                                                             69
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82